Apa itu Benang Yarn
Apa itu Benang Yarn
Benang kaos yang konon berasal dari Eropa kemudia merambah Amerika bahkan saat ini memperoleh “kepopulerannya” di hampir seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Terciptanya benang rajut yang biasa di sebut t-shirt yarn ini berawal mula dari ide untuk mengurangi limbah industri tekstil dengan cara memanfaatkaanya menjadi sesuatu yang lebih berharga atau bernilai jual tinggi. Karena benang t-shirt memiliki tekstur yang lentur (elastis), lembut dan mudah di rajut tentu saja menjadikan benang ini sebagai benang favorit di kalangan para perajut pamula pada umumnya. Warna-warna yang di ada serta corak yang memikat tidak kalah dalam mengantarkan benang kaos menjadi benang yang banyak di cari para perajut baik perajut pemula ataupun perajut professional di Indonesia saat ini.
Sedikit menegok kebelakang, sejarah di mana benang t-shirt ini pertama kali di perkenalkan, membawa kepada sebutan yang mungkin agak sedikit asing di teliga orang Indonesia pada khususnya. Trapillo dan Trapilho kedua sebutan ini adalah kata yang di gunakan oleh orang – orang Spanyol, Portugal dan beberapa tempat di Eropa untuk benang kaos. Sedangkan untuk benang T-shirt atau T-shirt Yarn istilah populer yang di gunakan oleh orang – orang Inggris dan Amerika. Namun tidak hanya itu benang rajut kaos juga kerap di sebut dengan benang T-Yarn yang merupakan singakatan dari t-shirt yarn. Bahkan ada juga yang menyebutnya sebagai benang Tarn di mana kata ini merupakan gabungan antara huruf depan pada t-shirt dan akhiran pada kata yarn sehingga menjadi tarn. Tidak hanya itu di Malaysia benang kaos biasa di sebut sebagai benang kait turki. Sebutan ini digunakan kemungkinan besar tidak lepas dari peran media sosial seperti You tube dan Instagram yang banyak memuat tutorial dari Turki mengenai benang kaos. Berbeda halnya di Indonesia sendiri, benang t-shirt lebih di kenal dengan sebutan benang kaos. Nama benang kaos sendiri merupakan hasil terjemahan benang t-shirt. Kata t-shirt berarti kaos dalam Bahasa Indonesia. Untuk penulisan “kaos” sendiri dapat di katakana sebagai kata rancu yang lebih sering di gunakan dan ditulis. Karena pada hakekatnya penulisan yang benar menurut kamus Bahasa Indonesia adalah “kaus” bukanlah “kaos”.
![]() |
| Mengenali Sample Benang Yarn sebelum Membeli |
Dari sekian banyaknya sebutan untuk benang kaos, ada satu yang cukup menarik untuk di bahas. Sebutan yang bisa di bilang sangat lekat penggunaannya di Indonesia bahkan sebutan ini mungkin hanya ada di Indonesia. Kenapa? Mari kita bahas. Benang yarn, sebutan ini acap kali di pake oleh orang-orang di Indonesia pada khususnya. Mungkin untuk sebagain orang yang terbiasa menggunakan istilah ini atau yang mungkin masih sangat awam mengenai bahasa Inggris, sebutan ini tidak lah aneh. Namun beda halnya dengan orang – orang yang mengerti atau mengetahui bahkan terbiasa menggunakan bahasa Inggris istilah ini akan sedikit menggelitik. Dimana dalam bahasa Inggris kata yarn berarti benang. Jadi jika penyebutan benang kaos sebagai benang yarn maka dapat di artikan sebagai benang benang. Untuk itu bisa di pastikan pada dasarnya orang – orang yang menyebut benang kaos sebagai benang pada dasarnya orang – orang kurang memahami bahasa Inggris sedangkan bagi mereka yang memahami bahasa Inggris cendrung menggunakan istilah t-shirt yarn atau t-yarn. Karena kedua istilah memang berbasis bahasa Inggris. Selain itu ada juga yang menyebutnya sebagai tali kaos, benang rajut kaos, benang kaos soft cotton dan benang yarn tarn.
Bukan hanya istilah yang beraneka ragam yang di miliki oleh benang kaos. Akan tetapi bahan utama benang t-shirt sendiripun juga sangat beragam. Tak lepas dari sejarah terciptanya benang t-yarn yang merupakan limbah dari industri tekstil seperti t-shirt, benang yarn juga mempunyai berbagai jenis bahan seperti spandex, poliyester, jersey, dan katun. Sedangkan untuk jenisnya ada Hyget, PE, CVC, TC, Cotton Carded dan Cotton Combad. Tidak jauh berbeda dari sebutan atau istilah benang kaos yang sering di gunakan, kebanyakan masyarakat Indonesia yang awam mengenai bahan baku kaos akan beranggapan bahwa benang kaos pastilah berbahan spandex. Namun pada kenyataannya tidaklah demikian. Benang yarn atau benang berbahan kaos ini memiliki jenis yang berbeda – beda. Anggapan benang kaos pasti berbahan spandex tidak lepas dari peran terciptanya benang ini. Benang t-yarn yang beredar di Indonesia di awal kepopularannya berasal dari luar negeri yang merukan limbah dari industri tekstil di mana semua bahannya berupa spandex. Sehingga bagi masyarakat yang tidak mengeti langsung beranggapan bahwa benang t-shirt pasti berbahan spandex.
Yang perlu di perhatikan sebelum membeli benang t-shirt yarn adalah bahan utamanya. Karena hal ini sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil rajutan. Benang kaos berbahan cotton carded memiliki bulu-bulu halus sehingga saat di rajut biasanya akan menyebabkan lingkungan di sekitarnya kotor begitupun si perajut. Bahan ini terkenal kaku sehingga tangan akan sakit saat merajut. Selain berbulu dan kaku benang rajut kaos berbahan cotton carded juga bau. Untuk yang tidak ingin hasil rajutannya bau sebaiknya menghindari benang kaos berbahan ini. Sedangkan untuk benang kaos yang berbahan PE atau spandex yang mana memiliki bahan campuran poliyester. Di karenakan berbahan campuran poliyester benang t-yarn spandex tidak memiliki elastisitas sehingga menyulitan saat di rajut terutama bagi perajut pemula. Benang rajut kaos berbahan ini juga lebih berat di bandingkan bahan katun. Alhasil hasil rajutan lebih berat walaupun tidak di beri beban apapun, dan jika di beri beban biasanya bentuk rajutan akan kurang menarik. Seperti halnya cvc dan tc benang t-shirt dengan bahan spandex juga bau. Ketidaktahuan konsumen terhadap bahan – bahan kaos biasanya menyebabkan penyesalan menggunakan benang yarn. Terutama bagi perajut pemula sehingga tidak ingin merajut lagi. Tidak jarang para perajut yang memilih benang tyarn berbahan seperti ini hanya tergiur harga murah tanpa mengetahui atau mempertimbangan kualitas benangnya.
Anggapan masyarakat Indonesia terhadap benang kaos cendrung berbahan spandex, terdapat sambungan, memliki lebar yang tidak sama dan harga per gulung berdasarkan berat. Tidak dapat di pungkiri ini semua di karenakan yang beredar pada awal benang kaos masuk ke Indonesia kebanyakan adalah limbah industri tekstil dari luar negeri. Kebanyakan masyarakat Indonesia akan dengan senangnya membeli benang yang berat dan lebih murah. Tanpa mengetahui bahan dasarnya. Logikanya seperti ini benang kaos berbahan spandex yang terdiri dari campuran poliyester dan katun cendrung lebih berat di bandingkan benang yarn berbahan katun 100 %. Bisa jadi walaupun memiliki panjang yang sama misalnya 100m akan tetapi kedua benang ini memiliki berat yang berbeda. Hal ini akan berpengaruh terhadap hasil rajutan. Di mana besar kemungkinan rajutan berbahan spandex lebih berat daripada berbahan katun. Di sisi lain hal yang harus benar – benar di ingat adalah benang berbahan ini tidak melar sehingga tangan akan terasa sakit merajut bahkan bagi perajut profesional.
Jadi jangan sampai berfikiran lebih berat tapi lebih murah. Poin lain yang harus di perhatikan adalah tentu harga barang berbahan baku limbah akan berbeda dengan barang berbahan baku baru apalagi dengan kualitas impor. Pemikiran – pemikiran yang berasaskan barang murah dan bagus itu hampir mustahil untuk di temukan. Maka dari itu jangan tergiur harga murah, pastikan membeli benang kaos dengan kualitas premium seperti yang di sediakan oleh Enjhoey Yarn. Benang tarn kualitas premium, melar saat di rajut sehingga tangan tidak akan terasa sakit, tanpa sambungan dan tentunya mempunyaia lebar yang sama. Alhasil para perajut pemula maupun profesional tidak perlu khawatir karena hasil rajutan akan terlihat professional bahkan lebih professional sehingga dapat meningkatkan harga jual hasil rajutan.


